8 Jenis-Jenis Kerusakan Jalan Yang Perlu Diketahui

Kerusakan jalan merupakan salah satu masalah infrastruktur yang sering ditemui di berbagai wilayah, baik di perkotaan maupun pedesaan. Kerusakan ini tidak hanya mengganggu kenyamanan pengguna jalan, tetapi juga berpotensi menimbulkan kecelakaan. Oleh karena itu, memahami jenis-jenis kerusakan jalan sangat penting untuk mengambil langkah perbaikan yang tepat. Berikut ini adalah beberapa jenis kerusakan jalan yang umum terjadi dikutip dari website https://raskontraktor.co.id/ yang merupakan kontraktor pengaspalan jalan di kota Jakarta dan sekitarnya:

Jenis-Jenis Kerusakan Jalan

doc : PT. RAS Kontraktor Indonesia

1. Retak Rambut (Hairline Cracks)

Retak rambut adalah kerusakan jalan yang ditandai dengan munculnya retakan-retakan kecil pada permukaan aspal atau beton. Retakan ini biasanya tidak terlalu dalam dan tidak langsung mempengaruhi struktur jalan. Namun, jika dibiarkan, air dapat masuk melalui retakan ini dan menyebabkan kerusakan lebih lanjut.

Penyebab Retak Rambut

  • Perubahan suhu yang ekstrem.
  • Tekanan berlebih dari kendaraan berat.
  • Kualitas bahan yang kurang baik.

Cara Perbaikan

Retak rambut dapat diperbaiki dengan pengisian retakan menggunakan bahan pengisi khusus yang bisa menutup retakan dan mencegah air masuk.

2. Retak Aligator (Alligator Cracks)

Retak aligator, atau sering disebut retak buaya, adalah retakan yang berbentuk seperti sisik buaya pada permukaan jalan. Retakan ini merupakan tanda bahwa struktur dasar jalan telah mengalami kerusakan serius.

Penyebab Retak Aligator

  • Beban berlebih dari kendaraan berat yang terus-menerus.
  • Drainase yang buruk yang menyebabkan genangan air.
  • Lapisan aspal yang tipis dan tidak kuat.

Cara Perbaikan

Perbaikan retak aligator memerlukan penggantian lapisan permukaan jalan secara menyeluruh, termasuk memperbaiki struktur dasar yang rusak.

3. Lubang (Potholes)

Lubang pada jalan adalah bentuk kerusakan yang sangat umum dan mudah dikenali. Lubang ini terbentuk akibat kerusakan lapisan permukaan yang kemudian mengakibatkan terbentuknya cekungan.

Penyebab Lubang

  • Erosi air yang masuk ke dalam retakan dan melemahkan struktur jalan.
  • Tekanan kendaraan yang terus-menerus melewati area yang sudah lemah.
  • Perubahan cuaca yang menyebabkan pengembangan dan penyusutan material jalan.

Cara Perbaikan

Lubang jalan biasanya diperbaiki dengan penambalan menggunakan campuran aspal panas atau dingin untuk mengisi cekungan dan mengembalikan permukaan jalan yang rata.

4. Pengelupasan Permukaan (Raveling)

Pengelupasan permukaan terjadi ketika agregat pada lapisan permukaan jalan mulai terlepas dan meninggalkan lubang-lubang kecil. Hal ini mengakibatkan permukaan jalan menjadi kasar dan tidak rata.

Penyebab Pengelupasan Permukaan

  • Kualitas aspal yang buruk atau tidak sesuai standar.
  • Proses pengaspalan yang tidak sempurna.
  • Faktor cuaca seperti hujan dan panas yang ekstrim.

Cara Perbaikan

Pengelupasan permukaan dapat diperbaiki dengan overlay, yaitu menambahkan lapisan aspal baru di atas permukaan yang rusak untuk memberikan perlindungan tambahan.

5. Perataan Struktur (Shoving)

Perataan struktur adalah deformasi permanen yang terjadi pada permukaan jalan akibat tekanan horizontal, sehingga aspal bergeser dan membentuk gelombang.

Penyebab Perataan Struktur

  • Beban berat yang berlebihan dari kendaraan.
  • Kualitas material jalan yang tidak memadai.
  • Proses pemadatan yang tidak sempurna saat konstruksi.

Cara Perbaikan

Untuk memperbaiki perataan struktur, diperlukan pengelupasan dan penggantian lapisan aspal yang terdampak, serta memastikan pemadatan yang baik saat pengaspalan ulang.

6. Retak Balok (Block Cracks)

Retak balok adalah retakan yang membentuk pola balok atau persegi pada permukaan jalan. Retakan ini biasanya terjadi pada jalan-jalan yang sudah lama dan mengalami penuaan.

Penyebab Retak Balok

  • Penuaan material
  • Kualitas aspal yang kurang baik.
  • Cuaca ekstrem yang menyebabkan material jalan mengembang dan menyusut.

Cara Perbaikan

Retak balok dapat diperbaiki dengan pengerjaan ulang permukaan jalan, termasuk penambahan lapisan baru dan perbaikan pada area retakan.

7. Gelombang (Corrugations and Waves)

Gelombang adalah deformasi permukaan jalan yang berbentuk seperti riak atau gelombang kecil. Kerusakan ini sering ditemukan pada jalan yang sering dilalui kendaraan berat.

Penyebab Gelombang

  • Beban berlebih dari kendaraan.
  • Pemadatan yang tidak merata saat konstruksi.
  • Kualitas material yang rendah.

Cara Perbaikan

Gelombang pada jalan dapat diperbaiki dengan penghalusan permukaan menggunakan alat berat dan memastikan pemadatan yang merata.

8. Kerusakan Tepi Jalan (Edge Cracks)

Kerusakan tepi jalan adalah retakan yang muncul di sepanjang tepi jalan, seringkali disebabkan oleh kurangnya dukungan pada bagian tepi.

Penyebab Kerusakan Tepi Jalan

  • Kurangnya dukungan pada tepi jalan.
  • Drainase yang buruk yang menyebabkan erosi.
  • Beban dari kendaraan yang sering melewati tepi jalan.

Cara Perbaikan

Kerusakan tepi jalan dapat diperbaiki dengan penambahan material pendukung pada bagian tepi dan perbaikan drainase untuk mencegah erosi lebih lanjut.

Kesimpulan

Memahami jenis-jenis kerusakan jalan dan penyebabnya sangat penting untuk menjaga kualitas infrastruktur jalan. Dengan pengetahuan ini, kita dapat mengambil langkah-langkah menentukan jasa perbaikan jalan yang tepat dan mencegah kerusakan lebih lanjut. Perawatan rutin dan perbaikan tepat waktu adalah kunci untuk menjaga jalan tetap dalam kondisi baik dan aman untuk digunakan.


Posted

in

by