Lompat ke isi utama

Berita

Kamisan Bawaslu Majene Bahas Reformasi Birokrasi untuk Penguatan Tata Kelola

Dokumentasi Kegiatan

Kepala Sekretariat Bawaslu Majene Nasriaty N, pada kegiatan Kamisan (Kajian Mingguan Pengawasan). Kamis (17/09/2026) / Dok Bawaslu Majene.

Majene - Bawaslu Kabupaten Majene kembali melaksanakan Kajian Mingguan Pengawasan (Kamisan) sebagai ruang untuk meningkatkan pengetahuan, kapasitas, dan pemahaman jajaran terkait berbagai isu strategis dalam penyelenggaraan tugas kelembagaan.

Pada kajian kali ini, Kamisan membahas reformasi birokrasi yang menjadi salah satu bagian penting dalam mendorong terwujudnya tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.

Kepala Sekretariat Bawaslu Kabupaten Majene, Nasriaty N., menyampaikan bahwa reformasi birokrasi perlu dipahami sebagai proses perbaikan yang dilakukan secara berkelanjutan, bukan sekadar pemenuhan administrasi atau dokumen kelembagaan.

“Reformasi birokrasi bukan hanya tentang perubahan sistem dan administrasi, tetapi juga bagaimana kita membangun budaya kerja yang lebih baik, meningkatkan disiplin, profesionalitas, serta memberikan pelayanan yang maksimal,” ujar Nasriaty.

Menurutnya, setiap jajaran memiliki peran dalam mendukung pelaksanaan reformasi birokrasi di lingkungan Bawaslu Majene. Perubahan dapat dimulai dari hal-hal sederhana dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, seperti meningkatkan kedisiplinan, tertib administrasi, bekerja sesuai prosedur, serta membangun koordinasi dan komunikasi yang efektif

“Kita perlu membangun kesadaran bersama bahwa reformasi birokrasi merupakan tanggung jawab seluruh jajaran. Setiap individu harus mampu memberikan kontribusi melalui kinerja yang profesional, berintegritas, dan bertanggung jawab,” lanjutnya.

Dalam pembahasan Kamisan, jajaran Bawaslu Majene juga diajak melihat reformasi birokrasi sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola kelembagaan. Birokrasi yang tertata dan memiliki budaya kerja yang baik akan mendukung pelaksanaan tugas pengawasan Pemilu secara lebih efektif.

Selain itu, reformasi birokrasi juga berkaitan dengan upaya menciptakan organisasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Jajaran dituntut untuk terus meningkatkan kompetensi, memanfaatkan teknologi dalam mendukung pekerjaan, serta mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan dan tantangan kelembagaan.

Nasriaty menambahkan, peningkatan kompetensi sumber daya manusia menjadi salah satu aspek penting dalam proses tersebut.

“Kita harus terus belajar dan meningkatkan kompetensi. Tantangan pekerjaan semakin berkembang, sehingga kemampuan dan pengetahuan jajaran juga harus terus ditingkatkan agar dapat mendukung kinerja lembaga,” katanya.

Melalui pelaksanaan Kamisan, Bawaslu Majene mendorong terciptanya budaya belajar dan berdiskusi di lingkungan kelembagaan. Forum ini tidak hanya menjadi sarana berbagi pengetahuan, tetapi juga menjadi ruang untuk melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan tugas dan mencari solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi.

Pembahasan reformasi birokrasi diharapkan dapat memperkuat komitmen bersama seluruh jajaran Bawaslu Majene dalam mewujudkan tata kelola kelembagaan yang profesional, transparan, akuntabel, dan berintegritas.

Dengan pelaksanaan Kamisan secara rutin, Bawaslu Majene terus mendorong peningkatan kapasitas jajaran sebagai bagian dari upaya memperkuat kelembagaan dan mendukung pelaksanaan tugas pengawasan Pemilu yang berkualitas.***

Editor : Syarli

Fotografer : Rio