Lompat ke isi utama

Berita

Uji Petik PDPB Bawaslu Majene Ungkap Warga Meninggal Masih Masuk Data Pemilih

Dokumentasi Pengawasan

Staf Bawaslu Majene melaksanakan uji petik hasil pemutakhiran data pemilih berkelanjutan (PDPB) di rumah warga, Rabu, (26/08/2026) / Dok Bawaslu Majene.

Majene - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Majene menemukan warga yang telah meninggal dunia namun masih tercatat dalam data pemilih. Temuan tersebut diperoleh saat jajaran Bawaslu Majene melaksanakan uji petik Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) secara langsung di lapangan. Rabu, 26/08/2026

Anggota Bawaslu Kabupaten Majene, Yanti Reski Amaliah, membeberkan bahwa temuan tersebut merupakan hasil pencocokan data pemilih dengan kondisi faktual masyarakat melalui kegiatan uji petik dari rumah ke rumah.

Menurutnya, pengawasan secara langsung menjadi langkah penting untuk memastikan data pemilih benar-benar menggambarkan kondisi terbaru masyarakat. Sebab, perubahan data kependudukan terus terjadi, salah satunya warga yang telah meninggal dunia namun masih berpotensi tercatat dalam data pemilih.

“Uji petik dilakukan untuk memastikan kesesuaian antara data yang tersedia dengan kondisi faktual di lapangan. Dari hasil pengawasan, kami masih menemukan warga yang telah meninggal dunia namun masuk dalam data pemilih,” beber Yanti Reski Amaliah.

Ia menegaskan, temuan tersebut akan menjadi perhatian Bawaslu Majene dalam mengawal proses pemutakhiran data pemilih berkelanjutan. Hasil pengawasan selanjutnya akan dituangkan dalam dokumen pengawasan sebagai bahan untuk menyampaikan saran perbaikan kepada pihak terkait.

Yanti berharap proses pemutakhiran data pemilih dapat dilakukan secara optimal dan berkelanjutan sehingga daftar pemilih semakin akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Data pemilih merupakan salah satu fondasi penting dalam penyelenggaraan pemilu. Karena itu, pembaruan data tidak hanya dilakukan menjelang tahapan pemilu, tetapi harus terus dikawal secara berkelanjutan,” tambahnya.

Bawaslu Majene juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga kualitas data pemilih dengan melaporkan setiap perubahan data kependudukan, baik warga yang meninggal dunia, pindah domisili, maupun warga yang telah memenuhi syarat sebagai pemilih.

Melalui pengawasan uji petik secara langsung, Bawaslu Majene berkomitmen terus mengawal kualitas PDPB demi terwujudnya data pemilih yang akurat, mutakhir, dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan.***

Editor : Syarli

Fotografer : Sariadi