Bawaslu Majene Dorong Pelajar Melek Politik dan Pahami Pentingnya Netralitas ASN
|
Majene - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Majene terus mendorong peningkatan kesadaran politik di kalangan generasi muda. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi pendidikan politik dan netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dilaksanakan di SMA Negeri 1 Majene, Senin, 7/9/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangkaian upacara bendera yang diikuti oleh seluruh siswa, guru, serta jajaran tenaga kependidikan SMA Negeri 1 Majene. Momentum upacara dimanfaatkan Bawaslu Majene sebagai ruang edukasi untuk mengenalkan nilai-nilai demokrasi dan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam menjaga kualitas proses demokrasi.
Dalam sosialisasi tersebut, Bawaslu Majene memberikan pemahaman kepada para pelajar mengenai pentingnya pendidikan politik sebagai bekal dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Pendidikan politik tidak hanya berkaitan dengan pemilu, tetapi juga bagaimana generasi muda memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara serta mampu menyikapi berbagai informasi politik secara bijak.
Para siswa diajak untuk tidak bersikap apatis terhadap persoalan demokrasi. Sebaliknya, pelajar diharapkan dapat mulai mengenal proses demokrasi, memahami pentingnya pemilu yang berintegritas, serta memiliki kemampuan untuk menyaring informasi yang diterima, khususnya informasi yang beredar melalui media sosial.
Di tengah perkembangan teknologi dan semakin cepatnya arus informasi, generasi muda memiliki posisi strategis dalam menjaga ruang publik tetap sehat. Karena itu, Bawaslu mendorong siswa untuk tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi, tidak ikut menyebarkan berita yang belum jelas kebenarannya, serta membangun budaya berdiskusi secara sehat dan berdasarkan fakta.
Selain pendidikan politik, materi yang disampaikan juga menyoroti netralitas ASN dalam penyelenggaraan pemerintahan dan proses demokrasi. Bawaslu menjelaskan bahwa ASN memiliki kewajiban untuk menjaga profesionalitas dan netralitas serta tidak menggunakan kewenangan, fasilitas, maupun jabatannya untuk kepentingan politik praktis.
Pemahaman mengenai netralitas ASN penting dikenalkan kepada generasi muda agar mereka memiliki pengetahuan mengenai prinsip-prinsip penyelenggaraan pemerintahan yang demokratis. ASN sebagai bagian dari aparatur negara dituntut untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat secara profesional tanpa dipengaruhi oleh kepentingan politik tertentu.
Bawaslu Majene juga mengajak para siswa untuk memahami bahwa demokrasi membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pengawasan pemilu bukan hanya menjadi tugas Bawaslu, tetapi juga membutuhkan partisipasi masyarakat dalam mengawasi dan melaporkan apabila menemukan dugaan pelanggaran sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Pelajar sebagai bagian dari generasi muda memiliki ruang untuk berkontribusi dalam menjaga demokrasi, salah satunya dengan meningkatkan literasi politik, menggunakan media sosial secara bertanggung jawab, serta menjadi penyebar informasi yang benar dan edukatif di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Melalui kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan dalam momentum upacara bendera ini, Bawaslu Kabupaten Majene berharap pesan mengenai pentingnya demokrasi dapat lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari para pelajar.
Sekolah tidak hanya menjadi tempat untuk memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun karakter, kesadaran kebangsaan, dan tanggung jawab sebagai warga negara. Karena itu, pendidikan politik sejak dini dinilai penting untuk mempersiapkan generasi muda agar mampu menjadi bagian dari proses demokrasi yang berintegritas.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Bawaslu Kabupaten Majene memperluas pendidikan dan pengawasan partisipatif melalui lingkungan pendidikan. Dengan semakin banyaknya generasi muda yang memahami demokrasi dan memiliki kesadaran untuk ikut mengawasi, diharapkan tercipta masyarakat yang semakin kritis, aktif, dan bertanggung jawab dalam kehidupan demokrasi.
Bawaslu Majene menegaskan bahwa demokrasi yang kuat membutuhkan masyarakat yang sadar, kritis, dan berani mengambil bagian. Dari lingkungan sekolah, kesadaran tersebut dapat mulai dibangun sehingga para pelajar nantinya tidak hanya menjadi pemilih, tetapi juga menjadi generasi yang memahami pentingnya menjaga integritas demokrasi. ***
Editor : Syarli
Fotografer : Rio Riswan